• Februari 4, 2026 5:32 am

Bupati Ngawi Resmikan Lahan Produktif Panti Asuhan Ngawi Al-Munawwarah

Jan 19, 2026

Ngawi — Rangkaian Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Yayasan Panti Asuhan Ngawi Al-Munawwarah ditandai dengan peresmian Lahan Produktif Panti Asuhan Ngawi Al-Munawwarah oleh Bupati Ngawi, Bapak Ony Anwar Harsono pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di Lahan Produktif Panti Asuhan Ngawi Al-munawwarah. Peresmian ini menjadi bagian integral dari program Subuh Bergerak, yang mengusung semangat penguatan spiritual sekaligus kemandirian sosial dan ekonomi.

Lahan produktif tersebut direncanakan sebagai pusat pengembangan peternakan dan pertanian yang hasilnya akan digunakan untuk mendukung operasional panti asuhan secara berkelanjutan. Pada sektor peternakan, LKSA Al-Munawwarah telah mengembangkan peternakan kambing yang saat ini sudah berjalan dan menjadi salah satu unit usaha produktif yayasan. Sementara pada sektor pertanian, lahan dimanfaatkan untuk budidaya cabai, jagung, dan pisang cavendish sebagai komoditas unggulan.

Peresmian lahan produktif dilaksanakan setelah rangkaian sholat Subuh berjamaah dan kegiatan keagamaan, sebagai implementasi nilai-nilai Isra’ Mi’raj yang tidak hanya dimaknai secara spiritual, tetapi juga diwujudkan dalam kerja nyata dan pemberdayaan umat. Acara ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Ngawi, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus LKSA Al-Munawwarah, para pendamping, serta anak-anak asuh panti.

Dalam sambutannya, Bupati Ngawi menyampaikan apresiasi atas langkah progresif LKSA Al-Munawwarah dalam mengembangkan lahan produktif berbasis peternakan dan pertanian. Menurutnya, pendekatan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan kemandirian lembaga sosial, sekaligus menjadi sarana pembelajaran keterampilan bagi anak-anak asuh.

“Momentum Isra’ Mi’raj mengingatkan kita bahwa sholat melahirkan disiplin dan etos kerja. Melalui lahan produktif ini, nilai-nilai ibadah diterjemahkan dalam bentuk kemandirian, produktivitas, dan tanggung jawab sosial,” ujar Bupati Ngawi.

Bupati Ngawi juga menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung pengembangan usaha produktif berbasis lembaga sosial, khususnya di sektor pertanian dan peternakan yang memiliki potensi besar di Kabupaten Ngawi. Program ini dinilai sejalan dengan visi pembangunan daerah yang mendorong ketahanan pangan, ekonomi kerakyatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua LKSA Yayasan Panti Asuhan Ngawi Al-Munawwarah dalam keterangannya menjelaskan bahwa pengembangan peternakan kambing serta budidaya cabai, jagung, dan pisang cavendish dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga sebagai sarana pendidikan keterampilan dan kewirausahaan bagi anak-anak asuh.

“Anak-anak asuh kami libatkan secara bertahap dalam proses pengelolaan lahan, mulai dari perawatan ternak hingga budidaya tanaman. Kami ingin mereka memiliki bekal keterampilan hidup dan mental mandiri ketika kelak terjun ke masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa hasil dari peternakan dan pertanian ini akan digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional panti, termasuk pemenuhan gizi anak-anak asuh serta keberlangsungan program pendidikan dan pembinaan.

Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Ngawi, yang dilanjutkan dengan peninjauan langsung area peternakan kambing dan lahan pertanian. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ngawi berdialog dengan pengurus yayasan dan anak-anak asuh mengenai pengelolaan ternak kambing serta potensi pengembangan komoditas cabai, jagung, dan pisang cavendish.

Tokoh agama yang hadir menilai bahwa integrasi antara kegiatan keagamaan, program Subuh Bergerak, dan pengembangan lahan produktif merupakan bentuk dakwah bil hal yang sangat relevan. Masjid dan lembaga sosial diharapkan tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat kemandirian dan kesejahteraan umat.

Masyarakat sekitar menyambut positif pengembangan lahan produktif tersebut. Selain memberikan manfaat ekonomi bagi panti asuhan, program ini juga berpotensi menjadi contoh pemberdayaan berbasis komunitas yang dapat direplikasi oleh lembaga sosial lainnya.

Menutup rangkaian kegiatan, seluruh pihak memanjatkan doa agar pengelolaan peternakan kambing serta budidaya cabai, jagung, dan pisang cavendish di lahan produktif Panti Asuhan Ngawi Al-Munawwarah dapat berjalan optimal, membawa keberkahan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak asuh dan masyarakat sekitar.

Melalui rangkaian Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, program Subuh Bergerak, serta peresmian Lahan Produktif Panti Asuhan Ngawi Al-Munawwarah, diharapkan terbangun model lembaga sosial yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan berorientasi pada keberlanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *